Tuesday, November 07, 2006

Kaki tangan lemes

bismillahirrahmanirrahim

Pagi² betul, usai sholat shubuh dan tilawah, afoe langsung kabur menuju ruang tengah.
Masih tersebar disana kertas² asturo yang belum dikerjakan menjadi huruf² untuk dekorasi masa reses anggota deewan DPRD I Jawa Tengah.
Yah, tadi malam afoe berjibai kutai hingga pukul 23.10 membuat huruf dekorasi.
Aslinya sih ada 2 orang selain afoe yang diamanahi untuk mengerjakan dekorasi ini, tapi keduanya mungkin berhalangan.
Yang satu udah menyanggupi akan membantu, kemudian satunya lagi tak ada kabar.
Namun hingga pukul 21.30, tak ada orang yang datang ke DPD.
Afoe seriusi memotong dan mengukir kertas asturo.
Lelah dan tidur.

Sekarang kaki dan tangan lemes banget, mungkin karena kelelahan.
Ditambah dengan sarapan yang telat, pukul 08.30 afoe baru bisa membelinya.
Alhamdulillah kini di depan komputer sarapan siap disantap.
Afdhol afoe sarapan dulu, biar nasi bogana enggak adem.
Sebagai pelengkapnya, afoe beli agar², gorengan, dan kue lapis cina.



Monday, November 06, 2006

Super Ndadak, To Be Narasumber

bismillahirrahmanirrahim

Sabtu, 4 Nopember 06 jadual afoe sangat padat.
Usai kerja, 4 agenda menghadang afoe.
Pertama adalah menghadiri rapat persiapan Halal bi halal 2006 Fosirot (forum silaturahim rohis Tegal) jam 14.00 di SMA 4 Kota Tegal.
Acara ini diadakan oleh tuan rumah (rohis sma 4 Tegal) untuk menyempurnakan halal bi halal 2 pekan mendatang atau tepatnya tanggal 19 Nop 06 di gedung Al Irsyad.
Hingga pukul 16.15 WIB rapat usai juga.
Afoe berkemas meninggalkan musholat tempat rapat.
Sambil berkemas, afoe lihat sms di HP.
Tet tot, ada 2 sms baru yang masuk dalam inbox.
Afoe buka, 2 sms yang pengirim dan isinya sama aja.
: Dari rapat di SMA 4, antum langsung ke Aula Yasis Tegal, ngisi halal bi halal di sana".

:P
Tega banget, masak belum ada peresetujuan ane ditembak begitu.
afoe lihat jam di handphone udah jam 16.30.
Berarti ane udah telah 30 menit dari acara itu.
Ada rasa keraguan untuk datang ke Yasis.
Afoe hidupkan motor, nge gas dan pergi dari kawasan SMA 4 Tegal.
Sepanjang jalan afoe mikir, datang ga yahh ke Yasis?
Motor melaju menyusuri jalan tengah kota Tegal. terus melaju.
Dengan berat hati, afoe belokkan motor ini ke Aula.
Sedikit keberanian, tak kala afoe mendekat ke Aula Yasis, suara terjemahan dari tilawah terdengar.
Afoe yakinkan diri bahwa halal bi halal baru saja dimulai. telat.
Afoe parkir motor, membuka sepatu dan menerima salaman lembut dari panitia yang melihat kedatangan Afoe.

Tanpa ragu, afoe membaur bersama dengan peserta halal bi halal.
Mereka tak tahu, kalo afoelah nanti yang akan menjadi pembicara.
Tak ada segan, hormat atau perlakukan berlebihan dari para peserta di samping kiri dan kanan.
Namun begitu acara inti disampaikan: beberapa orang berubah.
MC: baik, tibalah acara initi, kita dengarkan paparan/nasihat dari mas, eh ustad Afoe.
Afoe maju ke hadapan dan segera menyampaikan materi.
Sungguh tak siap, jika harus langsung berkata.
Ala kulihal, afoe buka saja penyampaian materi dengan kajian sahabat.
Alhamdulillah, sore itu afoe membawa buku catatan materi.
Afoe baca 5 detikkan, berusaha mengembalikan suasana saat afoe menerima materi itu dari DPP PKS.
Bisa juga, meski tentu tidak sama persis.

Saturday, November 04, 2006

Sudah tahu akan dibagi, mesti urunan maksimal?

bismillahirrahmanirrahim

Hajat hidup orang banyak membutuhkan bahan yang banyak pula, misal untuk membuat kue 17 agustusan satu RT dibutuhkan banyak terigu, air, gula, telor, dan lainnya.
Kalo pembuatan kue untuk satu keluarahan mestinya akan lebih banyak lagi bahan yang dibutuhkan, begitu pula sebaliknya.
Jika pembuatan kue untuk 1 keluarga maka kebutuhan bahan kue hanya seukuran keluarga.

Untuk urusan massal, biasanya orang lebih suka untuk gotong royong,
Ada yang membeli terigu 1 kg, gua, mentega, air, bumbu, cetakan, oven, plastik, pembungkus.
Ada pula yang memilih menyiapkan minuman para pekerja.
Bahkan ada pula yang memilih menjadi pembuat kue, lantaran hanya itu yang bisa dia lakukan.
Uang tak ada, sehingga tenaga ia sumbangkan meski tak terampil.

Namun jika ada warga yang kaya raya, maka semua tenaga dan bahan akan bisa ditanggungnya.
Yang lain cuman nonton atau bahkan tiduran sambil nunggu kue matang, mencicipi dan kemudian memberikan pujian dan terima kasih pada sang kaya raya.

Yang ingin afoe tanyakan adalah :
1. Jika kita orang kaya raya, 2. Jika kita orang miskin,
tetapkah mau URUNAN MAKSIMAL, jika tahu kue itu akan dibagi-bagikan?