Tuesday, November 07, 2006

Hilal

bismillahirrahmanirrahim

Sudah 2 tahun, mas Wawan tidak tinggal dengan Afoe. Beliau kini bersama dengan anak dan istrinya berbahagia di rumah mertua.
Meski demikian, komunikasi kami tetap lancar.
Selain lewat Hp dan telp, kami juga sering ketemuan dalam acara jamaah.
Pengajian umum, mabit, olah raga, rapat, aksi turun ke jalan, atau bahkan hanya sekedar mengantarkan undangan agenda jamaah.

Alhamdulillah, melalui pernikahan yang sederhana Mas Wawan dikaruniai anak laki-laki yang lucu.
Kalo afoe perhatikan sih mirip banget dengannya, kulitnya putih dan lucunya bukan main.
Hampir semua orang yang melihat Hilal (begitu bayi mungil biasa dipanggil).
Badannya yang mungil membawa nggemesin.

Afoe pun pernah mencoba menggendongnya, tat kala afoe silaturahim ke rumahnya.
Terlintas , afoe ngiri juga ingin memiliki bayi laki-kali mungil.
Tunggu saja, insya alloh ada waktunya. :)

Dalam gambar diatas terlihat Hilal sedang asyik bersama umminya.
Afoe berhasil mengabadikan moment itu dalam sebuah acara jamaah yang dihadiri oleh seluruh kader baik ikhwan atau akhwat.


Malam Panas

bismillahirrahmanirrahim

Kota ku yang mungil ini ternyata sedang mengalami panas yang luar biasa.
Siang malam panas.
Mungkin kalo siang hari cuaca jadi panas tak ada yang aneh, ini mah malam hari panas banget.
Ketika afoe akan tidur pasti deh, semuanya harus disiapin.
Air putih, kipas angin dan kaos tipis.
Bahkan di tengah malam (pukul 00.00-03.00 WIB), udara benar² sedang panasnya.
Kipas yang berputar seakan tak berasa, air yang dingin seraca lewat saja ditenggorokan.
Badan ini masih panas, keringat bercucuran membasahi bantal dan kaos.

Jika tak malas, maka badan ini akan bangun, buka pinti rumah dan keluar atau sekedar berdiri di depan pintu berharap ada angin yang berhembus.
Namun lebih banyak malas, karena mata ini ngantuk luar b iasa, badan capek, maka hanya duduk membelaki kipas angin yang dari sore asyik memutarkan baling-balingnya.
Minum air dan berusaha tidru lagi, panas masih menyelimuti.

Tak kuat dengan kepanasan, mak kaos yang memang dirancang tipis khusus untuk tidur harus rela di lepas.
Dada telanjang, namun panas masih saja memanggang badan ini.
Lelah dan terlelap kembali, hingga adzan membangunkan afoe.

Bentar lagi, kok

bismillahirrahmanirrahim

Jadual makan siang agak dipercepat.
Afoe yang biasanya makan agak lama, sengaja langsung ngacir dari Warung Makan Padang SInar Ombilin menuju DPD.
Tak ada yang lain yang membaut afoe buru-buru seperti itu.
Afoe harus menyelesaikan dekorasi yang belum kelar.
NGebut dan ngebut, belok, muter, dan masuk ke halaman DPD, parkir.
Afoe buka pintu, menuju kamar mengambil kertas asturo dan meletakkan di meja rapat DPD.
Alhamdulillah, kali ini ada pa kuri yang membantu, meski baru temapt dan tanggal pelaksanaan yang dibuatnya, itupun ga lengkap.

Waktu ters berjalan, hingga tegang melihat jam dindidng yang sudah menunjukkan jam 14.00
Afoe bersiap dan pergi ke lagi ke kantor.
Puang kantor insya Alloh akan selesai. Amin,.