bismillahirrahmanirrahim
Hari rabu biasanya afoe steril dari kegiatan, ini dilakukan untuk mempersiapkan malamnya LIQOat. Hafalan, materi dan semua informasi yang patut disampaikan dalam forum itu. Kini liqoat dipindahkan hari Kamis malam, sehingga Rabu ini masih ada agenda yang afoe jadualkan.
Rabu sore pukul 16.00 afoe memiliki 2 agenda yang bersamaan.
Yang pertama adalah meengambil susu sapi dan membagikannya ke umamt di DPRa Sumurpanggang.
Yang kedua adalah menghadiri pertemuan dengan BPK.
Jadul yang kedua ini baru diberikan oleh seorang ikhwah Selasa sore, itu pun via sms.
Sedangkan jadual yang pertama diberikan oleh ikhwah lain hari Senin sore.
Jika dilihat keduanya adalah amanat yang berbeda.
Membagi susu adalah soal mudah, sedangkan pertemuan dengan BPK menjadi sangat penting karena berurusan dengan ummat.
Sayangnya membagi susu sapi jadi tak mudah, tak kala SDM nya tak ada.
Afoe adalah salah satu dari 2 kader yang berada di DPRa Sumurpanggang.
Sulitkan.....2 job in one time.
" Setelah kesulitan pasti datang kemudahan" ....amin.
Wednesday, October 04, 2006
Panas
bismillahirrahmanirrahim
Baru kurasakan panas siang ini, memang biasanya juga panas.
Hari ini panas sekali.
Afoe pulang ke dpd untuk rehat 1 jam, kemudian kembali lagi ke kantor.
Udara membara dibakar matahari.
Jalanan seakan mendidih membuat fatamorgana di atasnya.
Motor melaju membuat panas menyebar ke seluruh tubuh.
Baju afoe pun yang memiliki warna gelap segera menyerap suhuh matahari.
Hasilnya begitu masuk kantor yang nyes, baju ini masih menyimpan panasnnya terik matahari.
Hingga afoe menuliskannya dalam blogs masih terasa.
Panas.....gimana yahh keadaan di laut lepas?
Disana ada saudara afoe yang sedang bekerja? Moga aja Alloh memberikan perlindungan padanya. Amin
Baru kurasakan panas siang ini, memang biasanya juga panas.
Hari ini panas sekali.
Afoe pulang ke dpd untuk rehat 1 jam, kemudian kembali lagi ke kantor.
Udara membara dibakar matahari.
Jalanan seakan mendidih membuat fatamorgana di atasnya.
Motor melaju membuat panas menyebar ke seluruh tubuh.
Baju afoe pun yang memiliki warna gelap segera menyerap suhuh matahari.
Hasilnya begitu masuk kantor yang nyes, baju ini masih menyimpan panasnnya terik matahari.
Hingga afoe menuliskannya dalam blogs masih terasa.
Panas.....gimana yahh keadaan di laut lepas?
Disana ada saudara afoe yang sedang bekerja? Moga aja Alloh memberikan perlindungan padanya. Amin
Sakaratul maut
bismillahirrahmanirrahim
Malam ke 11 Ramadhan afoe mengalami mimpi yang cukup berat. Skenario mimpi yang sangat bagus hingga afoe berhasil terlena didalamnya.
Dalam mimpi yang afoe jalani kali ini, afoe bermain dengan teman kerja Edy.
Awal skenario mimpi, afoe dan edy berada di gedung SMA N 1 Tegal. Disana ada seorang gila yang duduk di taman bebatuan.
Afoe dan Edy lewat didepannya.
Kemudian berdua lari, karena takut dilempari batu oleh orang gila.
Lari terus menuju stasiun Tegal.
Dalam pelarian ini, banyak orang yang menyapa dan keheranan.
Heran karena afoe dan edy terus berlari kencang tanpa menghiraukan sapaan mereka.
Terus dan terus berlari mendekat stasiun Tegal.
Orang-orang yang kenal dengan afoe dan Edy memberikan dugaan, bahwa kita akan menuju tempat orang yang meninggal, (bersamaan dengan larinya afoe dan edy, ada keadaan seperti pengumuman bahwa hari itu ada kematian).
Masih berlari.
Edy memilih masuk dalam gang kampung agar orang gila tidak bisa menemukan, sementara Afoe terus lari menuju stasiun.
Edy menghilang di telan gang kampung.
Sementara itu Afoe masih lari mendekati stasiun.
Aneh di Stasiun skenario berubah.
Awalnya Afoe lari untuk menghindari orang gila yang marah, dan sekarang Afoe berperan sebagai orang yang sedang menyaksikan seseorang mengalami sakaratul maut.
Lebih aneh lagi, pelaku sakaratul mau adalah AJI ( penyiar radio sebayu) yang beberapa saat lalu sering berinteraksi dengan tim nasyid Birru (tim nasyidnya afoe).
Nafas dan gerak tubuh pa Aji bergetar, menanti ajal, menanti lepasnya ruh dari badan.
Rasa sakit yang sangat membuat teriakan pa Aji melengking.
Semua orang yang menyaksikan prihatin, hanya bisa berdoa agar lekas dicabut dan berakhir baik.
Hitungan 2 menit, tubuh pa Aji diam membisu tanda kematian telah menjadi predikatnya.
Jeda beberapa saat, skenario berubah lagi.
Kalo tadi yang mengalami sakaratul maut adalah seoarang penyiar radio, maka kali ini pelaku diganti oleh Pa Ghusni , ustadku sendiri.
Afoe memegangi tanganya yang tegang. Wajahnya menyimpulkan senyuman, seakan dia bahagia dan menang karena akan segera bertemu Rabbnya.
Setelah berjuang dalam kesakitan, dia pun diam.
Afoe melihat dengan cemas luar biasa, dan tiba² meledak tangisan.
"Innalillahi wainailaihi rojiun" bergema di ruangan itu.
Termasuk afoe yang masih beruraian air mata.
Afoe terjaga, jam di HP menunjukan pukul 02.29 WIB.
Afoe segera sms ustad Ghusni, tak ada jawaban.
Malam ke 11 Ramadhan afoe mengalami mimpi yang cukup berat. Skenario mimpi yang sangat bagus hingga afoe berhasil terlena didalamnya.
Dalam mimpi yang afoe jalani kali ini, afoe bermain dengan teman kerja Edy.
Awal skenario mimpi, afoe dan edy berada di gedung SMA N 1 Tegal. Disana ada seorang gila yang duduk di taman bebatuan.
Afoe dan Edy lewat didepannya.
Kemudian berdua lari, karena takut dilempari batu oleh orang gila.
Lari terus menuju stasiun Tegal.
Dalam pelarian ini, banyak orang yang menyapa dan keheranan.
Heran karena afoe dan edy terus berlari kencang tanpa menghiraukan sapaan mereka.
Terus dan terus berlari mendekat stasiun Tegal.
Orang-orang yang kenal dengan afoe dan Edy memberikan dugaan, bahwa kita akan menuju tempat orang yang meninggal, (bersamaan dengan larinya afoe dan edy, ada keadaan seperti pengumuman bahwa hari itu ada kematian).
Masih berlari.
Edy memilih masuk dalam gang kampung agar orang gila tidak bisa menemukan, sementara Afoe terus lari menuju stasiun.
Edy menghilang di telan gang kampung.
Sementara itu Afoe masih lari mendekati stasiun.
Aneh di Stasiun skenario berubah.
Awalnya Afoe lari untuk menghindari orang gila yang marah, dan sekarang Afoe berperan sebagai orang yang sedang menyaksikan seseorang mengalami sakaratul maut.
Lebih aneh lagi, pelaku sakaratul mau adalah AJI ( penyiar radio sebayu) yang beberapa saat lalu sering berinteraksi dengan tim nasyid Birru (tim nasyidnya afoe).
Nafas dan gerak tubuh pa Aji bergetar, menanti ajal, menanti lepasnya ruh dari badan.
Rasa sakit yang sangat membuat teriakan pa Aji melengking.
Semua orang yang menyaksikan prihatin, hanya bisa berdoa agar lekas dicabut dan berakhir baik.
Hitungan 2 menit, tubuh pa Aji diam membisu tanda kematian telah menjadi predikatnya.
Jeda beberapa saat, skenario berubah lagi.
Kalo tadi yang mengalami sakaratul maut adalah seoarang penyiar radio, maka kali ini pelaku diganti oleh Pa Ghusni , ustadku sendiri.
Afoe memegangi tanganya yang tegang. Wajahnya menyimpulkan senyuman, seakan dia bahagia dan menang karena akan segera bertemu Rabbnya.
Setelah berjuang dalam kesakitan, dia pun diam.
Afoe melihat dengan cemas luar biasa, dan tiba² meledak tangisan.
"Innalillahi wainailaihi rojiun" bergema di ruangan itu.
Termasuk afoe yang masih beruraian air mata.
Afoe terjaga, jam di HP menunjukan pukul 02.29 WIB.
Afoe segera sms ustad Ghusni, tak ada jawaban.
Subscribe to:
Posts (Atom)
